Dirjend KEMKOMINFO Freddy H Tulung Perkuat Konten Internet Edukatif

Semarang –Akses internet dan jangkauan akses internet sudah tercover mencapai 60% wilayah Indonesia. Akses internet tahun 2015 sudah terjagkau hampir 110 juta orang dari 210 juta pendudku di Indonesia.

Hal itu disampaikan Freddy H Tulung MUA Dirjend KOMINFO Jakarta dalam Dialog Publik dengan tema “Meneguhkan Identitas Nasional, Merevolusi Karakter Bangsa” pada Sabtu, (09/5) di Aula Kampus 1 UIN Walisongo. Juga hadir sebagai narasumber yaitu Dr KH As’ad Ali (PBNU Jakarta), Komjen Pol Saud Usman (BNPT) Dr H Noor Achmad (Rektor Unwahas) dan dimoderatori oleh Dr Nafis Juliana.

Freddy menegaskan, perlu adanya cyber teacher, yaitu guru di ruang public, siapa dia, orangnya bisa siapa saja. Jangan hanya menuduh kominfo hanya tukang blokir saja. Kita tetap mengakui freedom of press atau yang lain. Akan tetapi ada konten-konten yang kita antisipasi.

“Kita sebaiknya melakukan kontroling yang tepat. Kami harus bekerjasama dengan pemangku kepentingan yang ada di pusat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Untuk mengurangi konten yang negatife dan kurang patut. Nah hal ini perlu melibatkan banyak pihak terutama para wartawan juga dan para akademisi seperti UIN Walisongo ini. Yang jadi persoalan itu pada sisi konten. Pengguna internet harus dapat memanfaatkan pada sisi positif.

“Terutama generasi muda harus bisa memilah mana konten yang sifatnya pencerahan atau dekstruktif. Tinggal bagaimana memanfaatkan interbnet itu pada sisi educative dan inspiratif. Masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan dengan baik,” tambahnya.

Masih banyak yang menggunakan secara negative. Dampak negative ini tumbuh dengan cepat meskipun sedikit. Meningkatkan kesadaran masyarakat, untuk mengantisipasi anti pornografi.

Media juga memainkan peranan edukasi public. Bukan hanya di pemberitaan. Pers bukan hanya sebagai pembuat berita tapi juga menajdi guru di ruang public.

Masyarakat yang jauh dari akses, itu relative mudah, tingkat pertumbuhan aksesibilty. Hal ini juga menjadi peran UIN Walisongo untuk membantu menekan pornografi dan dakwah yang baik.

Setelah Dialog juga digelar Rakernas serta pengukuhan IKA UIN Walisongo yang dipimpin Lukman Hakim sebagai ketua umum dan disaksikan Prof Dr Muhibbin MAg sebagai Ketua Dewan Penasehat. Serta malam minggu digelar wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Warseno Slank dan artis Yati Pesek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *