Mr.Martin Arndt, Ph.D : “Social Market Economy In Germany” topik pembahasan pada diskusi Dosen FEBI

foto-diskusi_n

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang kembali menyelenggarakan kegiatan Diskusi Ilmiah Dosen yang diselenggarakan 2 minggu sekali pada Pukul 13.00 – 15.00 WIB di Gedung H Ruang HI Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam.UIN Walisongo Semarang (07/09). Kegiatan Diskusi Ilmiah Dosen ini dimaksudkan untuk “mempertajam” wawasan keilmuan yang dimiliki dosen , Tema yang disajikan beragam disesuaikan dengan bidang yang dimiliki narasumber.
Pada Diskusi Ilmiah Dosen hari Rabu, tanggal 27 September 2016 ,Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam mengundang “ Guest Lecture “ sebagai narasumber adalah Martin Arndt,Ph.d dari SES ( Senior Experten Services) Germany. SES merupakan sebuah lembaga non profit dari bidang Ekonomi Jerman untuk kerjasama Internasioanal.
Bertindak sebagai pembaca acara dalam kegiatan diskusi yaitu Nasrul Fahmi Zaki Fuadi, M.Si, Dalam kesempatan Diskusi Ilmiah Dosen kali Ini narasumber membahas topik “ Sosial Market Economic In Germany ”. Beliau memaparkan bahwa negara Jerman termasuk negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, yang memiliki GDP terbesar keempat di dunia. Jerman menganut ekonomi pasar sosial, yaitu kapitalisme pasar terbuka yang juga membawa jaminan pelayanan sosial tertentu. Sektor jasa yaitu telekomunikasi, perawatan kesehatan dan pariwisata memiliki kontribusi terbesar dalam perekonomiannya. Sumber pendapatan Negara Jerman sebagian besar digunakan untuk kepentingan employment dan pensiun.
Ekonomi pasar sosial di negara jerman sebenarnya adalah bentuk kapitalisme pasar tetapi memiliki kebijakan sosial yang kuat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya ekonomi pasar terbuka dengan adanya kepemilikan private property, kebebasan melakukan perdagangan luar negeri dan pertukaran barang serta bebas dalam membentuk harga.
Dalam diskusi dosen ini terlihat partisipasi aktif dari bapak ibu dosen peserta diskusi terhadap tema yang disajikan. Banyak case dan masukan yang diajukan pada diskusi dosen.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *