Prodi S1 Perbankan Syariah Selenggarakan Pembekalan Study Banding Surabaya – Bali dan Malaysia – Singapura

Pembekalan Study Banding Dalam Negeri dan Luar Negeri  Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berlangsung di Auditorium I Lantai II, Kampus I UIN Walisongo Semarang (27/2/2020).

Acara pembekalan di buka oleh Wakil Dekan III FEBI Drs. Saekhu, M.H.  Dalam paparannya beliau menyampaikan pentingnya menjaga sikap. “Mahasiswa tidak hanya membawa nama baik UIN Walisongo tetapi juga nama baik Negara Indonesia,”  ungkapnya.

Study Banding akan dilaksanakan pada bulan Maret dan April yang diikuti oleh Mahasiswa prodi Perbankan Syariah Angkatan 2018 yang terdiri atas 157 peserta. Study Banding dalam Negeri  16 – 20 Maret 2020, dilaksanakan di tiga tempat yaitu OJK Regional VIII Wilayah Bali – Nusa Tenggara, PT. Sosro dan POD Chocolate Factory. Sedangkan Study Banding Luar Negeri 5-10 April 2020,  akan dilaksanakan di empat tempat yang berlokasi di Malaysia dan Singapura yaitu Pusat Kajian Halal IIUM, Bank Muamalat Malaysia, Tabung Haji Malaysia dan Majelis Ulama Islam Singapura.

Heny Yuningrum Kaprodi Perbankan Syariah dalam sambutannya menyampaikan  tujuan utama Study Banding. “Study Banding tujuannya untuk student mobility bukan studi banding yang artinya dengan adanya Study Banding untuk mengetahui pengetahuan dan informasi Lembaga Keuangan Syariah di luar Jawa dan di luar Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut beliau juga menyampaikan harapannya dengan adanya kegiatan Study Banding. “Setidaknya ada dua harapan saya selaku kaprodi PBS dengan adanya Study Banding ini yaitu supaya mahasiswa tidak canggung terhadap dunia luar dan mampu mengambil pembelajaran problem solving yang diterapkan di masing – masing lembaga. Kedua, Mahasiswa mendapatkan pengetahuan mengenai perbankan Syariah atau Bank Islam baik diluar Jawa maupun di Luar Negeri. Dan sebagai output atau hasil akhir kegiataan Study Banding ini adalah Mahasiswa membuat laporan akademik, yang merupakan bagian dari program 500 Buku dalam setahun.”