Kuala Lumpur, 5–6 Agustus 2026 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang kembali memperkuat jejaring kerja sama internasional melalui kolaborasi penelitian bersama Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP) Malaysia dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka, Cawangan Melaka. Kegiatan yang dilaksanakan pada 5–6 Agustus 2026 tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah dibangun sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi akademik dan riset di tingkat internasional.
Kolaborasi ini mengangkat isu strategis mengenai optimalisasi website sebagai sarana akuntabilitas kepada masyarakat, khususnya dalam konteks pengelolaan lembaga keagamaan dan filantropi Islam. Website tidak lagi dipandang semata-mata sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga memiliki potensi strategis sebagai instrumen transparansi, komunikasi publik, dan pertanggungjawaban lembaga kepada para pemangku kepentingan.
Dalam kegiatan tersebut, tim peneliti dari FEBI UIN Walisongo diwakili prodi akuntansi syariah dan prodi ekonomi islam yang terdiri dari Dr. Ahamd Fruqon, M.Ag, Dr. Dessy noor farida, M.Si; Naili Saadah, M.Si; Fita Nurotul Faizah, ME berdiskusi dengan pihak MAIWP dan UiTM Melaka untuk mengidentifikasi berbagai praktik penyampaian informasi melalui website serta mengkaji bagaimana platform digital tersebut dapat dikembangkan untuk memperkuat akuntabilitas lembaga kepada masyarakat.
Kolaborasi penelitian ini menjadi penting seiring dengan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap keterbukaan informasi lembaga pengelola dana publik dan dana keagamaan. Masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi mengenai kegiatan dan program lembaga, tetapi juga informasi yang memungkinkan mereka memahami bagaimana sumber daya dikelola, kepada siapa manfaat disalurkan, serta bagaimana lembaga mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan kepadanya.
Melalui penelitian bersama ini, FEBI UIN Walisongo, MAIWP, dan UiTM Melaka berupaya melihat website dari perspektif yang lebih luas, yaitu sebagai ruang akuntabilitas publik. Informasi yang disediakan melalui website diharapkan tidak berhenti pada aspek administratif dan formal, tetapi mampu menghadirkan informasi yang relevan, mudah diakses, aktual, dan dapat dipahami oleh masyarakat.
Kolaborasi tersebut juga membuka ruang untuk melakukan perbandingan praktik akuntabilitas digital antara lembaga di Indonesia dan Malaysia. Perspektif komparatif ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai praktik transparansi dan akuntabilitas lembaga Islam di kawasan Asia Tenggara.
Selain membahas aspek akademik, kegiatan pada 5–6 Agustus 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara FEBI UIN Walisongo, MAIWP, dan UiTM Melaka. Kerja sama yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada satu agenda penelitian, tetapi dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk kolaborasi lain, seperti publikasi ilmiah internasional, seminar, pertukaran akademik, joint research, serta pengembangan kajian ekonomi dan keuangan Islam.
Bagi FEBI UIN Walisongo, kolaborasi internasional tersebut sejalan dengan komitmen fakultas dalam mengembangkan riset yang tidak hanya memiliki kontribusi akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kajian mengenai akuntabilitas digital diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi lembaga pengelola zakat, wakaf, dan filantropi Islam dalam meningkatkan kualitas komunikasi serta pertanggungjawaban kepada publik.
Melalui kolaborasi antara UIN Walisongo Semarang, MAIWP Malaysia, dan UiTM Melaka, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan perspektif baru mengenai pengembangan akuntabilitas lembaga Islam di era digital. Website diharapkan dapat berkembang dari sekadar kanal informasi menjadi media dialog, transparansi, dan pertanggungjawaban yang mampu membangun kepercayaan masyarakat.
Kerja sama ini sekaligus menegaskan komitmen FEBI UIN Walisongo untuk terus memperluas kolaborasi akademik internasional dan menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan tata kelola lembaga ekonomi dan keuangan Islam.