Kuala Lumpur, 5 Agustus 2026
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang terus memperluas ruang dialog akademik dengan mitra internasional. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP) Malaysia pada 5 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi forum untuk bertukar pengalaman dan menggali praktik pengelolaan informasi publik pada lembaga keagamaan dan filantropi Islam.
FGD tersebut mengangkat tema yang berkaitan dengan pemanfaatan website sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas lembaga kepada masyarakat. Dalam perkembangan tata kelola berbasis digital, website tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyampaikan berita atau informasi program, tetapi juga dapat menjadi media untuk menunjukkan keterbukaan lembaga, menjelaskan pengelolaan sumber daya, serta membangun komunikasi dengan masyarakat.
Dalam diskusi, tim dari FEBI UIN Walisongo diwakili prodi akuntansi syariah dan prodi ekonomi islam yang terdiri dari Dr. Ahamd Fruqon, M.Ag, Dr. Dessy noor farida, M.Si; Naili Saadah, M.Si; Fita Nurotul Faizah, ME., bertukar pandangan dengan pihak MAIWP mengenai pengalaman, kebutuhan, dan tantangan dalam penyampaian informasi melalui kanal digital. Pembahasan diarahkan pada bagaimana informasi kelembagaan dapat disajikan secara lebih terbuka, relevan, mudah dipahami, dan dapat diakses oleh masyarakat.
Forum ini juga menyoroti perubahan kebutuhan masyarakat terhadap lembaga yang mengelola dana keagamaan dan sumber daya publik. Keterbukaan informasi tidak cukup hanya dengan menampilkan aktivitas lembaga, tetapi perlu memberikan gambaran mengenai program, pemanfaatan sumber daya, penerima manfaat, serta bentuk pertanggungjawaban atas amanah yang dikelola.
Melalui FGD ini, FEBI UIN Walisongo memperoleh ruang untuk memahami praktik akuntabilitas digital dari perspektif lembaga Islam di Malaysia. Pertukaran pengalaman tersebut sekaligus menjadi bahan penting untuk melihat kemungkinan pengembangan website sebagai sarana komunikasi publik yang lebih informatif dan interaktif.
Diskusi tidak berhenti pada aspek teknis pengelolaan website. Para peserta juga melihat pentingnya keterhubungan antara teknologi digital dan tata kelola kelembagaan. Website yang dikelola dengan baik diharapkan mampu mendukung transparansi, memperkuat kepercayaan publik, dan menjadi salah satu instrumen dalam mempertanggungjawabkan amanah lembaga kepada para pemangku kepentingan.
Bagi FEBI UIN Walisongo, FGD bersama MAIWP menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik sekaligus membuka peluang pengembangan kajian bersama di bidang ekonomi dan keuangan Islam. Forum semacam ini juga memberikan kesempatan bagi dosen untuk mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis lembaga dalam menghadapi perkembangan tata kelola di era digital.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian mengenai akuntabilitas lembaga Islam, khususnya dalam pemanfaatan media digital. Hasil pertukaran gagasan dalam FGD menjadi pijakan untuk mendorong model komunikasi kelembagaan yang lebih transparan, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Walisongo menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama akademik dengan lembaga mitra di tingkat internasional. Selain memperkaya perspektif penelitian dan pembelajaran, forum bersama MAIWP diharapkan dapat menghasilkan gagasan yang relevan bagi penguatan tata kelola lembaga ekonomi, keuangan, dan filantropi Islam.