Kaprodi Ekonomi Islam UIN Walisongo Pandu Diskusi Bisnis Digital Bersama Alumni Pengusaha Hijab

Kaprodi Ekonomi Islam UIN Walisongo Pandu Diskusi Bisnis Digital Bersama Alumni Pengusaha Hijab

Semarang – Ketua Program Studi Ekonomi Islam UIN Walisongo Semarang, Sokhikhatul Mawadah, M.E.I., turun langsung sebagai moderator dalam Entrepreneurship & Digital Branding 2026. Acara ini digelar Walisongo Career Center (WCC) di Teater ICT Perpustakaan Kampus 3 UIN Walisongo Semarang pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan bertema “From Campus Project to Hijab Brand Empire: The Power of Content & Influencer Strategy” ini berlangsung pukul 13.00–16.00 WIB dan diikuti mahasiswa serta alumni.

Peran Sokhikhatul di forum ini terasa istimewa karena ia memegang dua peran sekaligus. Selain sebagai kaprodi, ia juga Koordinator Divisi Kewirausahaan & Pengembangan Usaha WCC UIN Walisongo. Kedua peran itu bertemu di acara ini: sebagai pimpinan prodi, ia memberi arah akademik, dan sebagai pengelola divisi kewirausahaan WCC, ia ikut menyiapkan ruang bagi mahasiswa dan alumni untuk merintis serta mengembangkan usaha.

Dalam sesi tersebut, Sokhikhatul memandu diskusi bersama narasumber Uswatul Khoeriyah, A.Md., alumni D3 Perbankan Syariah UIN Walisongo lulusan 2016 yang kini menjadi founder dan owner Eryz Scarf by Grosir Jilbab Kendal. Diskusi berkisar pada perjalanan membangun usaha dari nol hingga strategi memasarkan produk di era digital.

Tema yang diangkat dekat dengan kajian Ekonomi Islam. Industri fashion muslim, gaya hidup halal, dan ekonomi digital adalah bidang yang terus tumbuh dan membuka peluang luas bagi lulusan ekonomi syariah. Kehadiran kaprodi di forum ini menjembatani teori yang dipelajari mahasiswa di kelas dengan praktik nyata di lapangan, sehingga peserta mendapat gambaran utuh tentang cara ilmu ekonomi Islam diterapkan dalam usaha.

Dalam diskusi tersebut, Uswatul bercerita bahwa usahanya dimulai pada akhir 2015 dari tugas mata kuliah Kewirausahaan yang diampu almarhum Dr. Choirul Huda, M.Ag. Saat itu ia masih kuliah dan memulai dari nol rupiah, hanya bermodal kuota internet dan ponsel Android. Usaha itu terus berkembang: dari toko di marketplace dan pengiriman ke luar negeri pada 2017, endorsement selebgram dan artis pada 2018, toko offline pertama pada 2019, hingga pesanan Shopee yang tembus lebih dari 100 per hari pada 2021. Pada 2023 ia meraih Juara 1 Kompetisi Wirausaha Muda Pemula Prakualifikasi Teknopreneur Kabupaten Kendal, lalu diundang ke Shopee Super Summit 2025 di Jakarta sebagai kreator. Tahun ini Eryz Scarf membuka toko pusat baru di Jl. Raya Ngampel pada 17 Januari 2026 dan toko cabang di Kaliwungu pada 20 September 2026.

Uswatul juga membagikan strategi bisnis digital yang ia jalankan. Langkahnya dimulai dari riset pasar dan penentuan target audiens, lalu berlanjut ke pembuatan konten yang menarik, pemanfaatan endorsement dan affiliate, pemilihan platform penjualan, hingga menjaga loyalitas konsumen lewat pelayanan dan promo. Ia berpesan agar mahasiswa tidak meremehkan proses perkuliahan, apa pun bentuknya, karena tugas yang tampak sederhana bisa menjadi pintu pembuka kesempatan besar. “Mulailah dari yang kita bisa, ambil peluang yang ada, ciptakan pembeda, tak henti berinovasi dan mengembangkannya,” pesannya.

Sebagai moderator, Sokhikhatul menjaga alur diskusi agar pengalaman narasumber dapat ditangkap peserta sebagai pelajaran yang aplikatif. Perpaduan sudut pandang akademisi, pengelola program kewirausahaan, dan praktisi membuat diskusi tidak hanya berisi kisah sukses, tetapi juga bekal yang bisa langsung dipraktikkan mahasiswa dan alumni yang ingin merintis usaha.

Selain mendapat ilmu dan wawasan strategi bisnis digital, peserta memperoleh e-sertifikat dan kesempatan pendampingan bisnis, sejalan dengan bidang Kewirausahaan & Pengembangan Usaha yang dikoordinasikan Sokhikhatul di WCC. Suasana acara makin seru dengan giveaway “Buat Konten, Dapat Hadiah” dari narasumber, berupa uang tunai dan hijab gratis bagi peserta yang membagikan keseruan seminar di media sosial.

Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi yang saling menguatkan antara program studi, WCC, dan alumni. Prodi hadir memberi arah akademik, WCC menyediakan ruang pengembangan karier dan usaha, dan alumni kembali ke kampus untuk berbagi pengalaman. Melalui program Call for Presenter, WCC terus membuka kesempatan bagi alumni UIN Walisongo dari berbagai bidang untuk ikut berbagi kepada mahasiswa dan sesama alumn