YOGYAKARTA – Dua mahasiswi Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis Dan Ekonomi Islam UIN Walisongo Semarang, Diana Ulfiyanti dan Haliya Zahira Fuadia, tampil sebagai pemakalah pada the 14th Gadjah Mada International Conference on Economics and Business (GAMAICEB) 2026 yang berlangsung di The Alana Hotel & Convention Center, Yogyakarta, 16–17 September 2026.
Konferensi tahunan yang diselenggarakan Unit Publikasi Ilmiah Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) tersebut mengusung tema “Governing the Future: Digital Transformation and Sustainable Development in a Changing Global Economy”. Tema itu menempatkan transformasi digital dan pembangunan berkelanjutan sebagai dua isu yang saling berkaitan dalam perekonomian global yang terus berubah. Sebanyak 138 peserta dari 11 negara, yakni Indonesia, Polandia, Taiwan, Jepang, Hungaria, Kazakhstan, Brunei Darussalam, Singapura, Australia, Pakistan, dan Meksiko yang terdiri atas akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, menyampaikan bahwa transformasi digital membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, tetapi pada saat yang sama menghadirkan tantangan baru pada bidang regulasi dan keamanan siber. Konferensi ini juga menghadirkan empat pembicara kunci, yaitu Prof. Syaiful Ali dari FEB UGM, Dr. Siwage Dharma Negara dari ISEAS Yusof Ishak Institute Singapura, Dr. Mohd Hairul Azrin Haji Besar dari Universiti Brunei Darussalam, dan Elinor Kasapidis dari Certified Practising Accountants.
Diana dan Haliya memaparkan hasil penelitian masing-masing dalam Bahasa Inggris pada sesi paralel hari pertama, sesi pertama. Diana Ulfiyanti membawakan makalah berjudul “ Stock Price Determinants in an Emerging ESG Markets: The Role of ESG and Financial Performance “. Penelitian tersebut menelaah faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga saham di pasar negara berkembang yang mulai menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG), serta menakar sejauh mana kinerja keuangan perusahaan turut menentukan penilaian investor.
Pada sesi yang sama, Haliya Zahira Fuadia mempresentasikan makalah berjudul “GCG versus CSR: Which Has a Stronger Impact on Financial Performance in Indonesia’s Healthcare Sector?”. Kajian ini membaahas pengaruh penerapan good corporate governance dan corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan perusahaan sektor kesehatan di Indonesia. Sektor tersebut dipilih karena bersinggungan langsung dengan kepentingan publik sehingga tata kelola dan tanggung jawab sosial perusahaan menjadi perhatian banyak pemangku kepentingan.
Keikutsertaan Diana dan Haliya menunjukkan bahwa penelitian mahasiswa dapat dikembangkan hingga sampai ke forum ilmiah internasional. Isu ESG, tata kelola perusahaan, dan tanggung jawab sosial yang mereka angkat pun sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan yang menjadi tema konferensi. Pengalaman ini diharapkan memperluas jejaring akademik keduanya sekaligus mendorong mahasiswa lain untuk aktif menulis dan mempresentasikan karyanya pada konferensi bereputasi.