Semarang, 26 Maret 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan ziarah spiritual dan napak tilas sejarah pada tanggal 25–26 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Dies Natalis UIN Walisongo, sebagai bagian dari refleksi perjalanan institusi serta penguatan nilai-nilai spiritual bagi civitas akademika.
Rangkaian ziarah diawali dengan mengunjungi makam ulama kharismatik Hasan Munadi di Nyatnyono, Kabupaten Semarang. Di lokasi ini, rombongan FEBI melaksanakan doa bersama, tahlil, serta refleksi spiritual untuk meneladani perjuangan dakwah dan keteladanan beliau dalam membangun masyarakat yang religius.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Surakarta dengan berziarah ke makam Ronggowarsito, pujangga besar Jawa yang dikenal dengan pemikiran filosofis dan kritik sosialnya yang mendalam. Rombongan juga mengunjungi makam Mangkunegara I, tokoh pejuang sekaligus pendiri Kadipaten Mangkunegaran yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah perjuangan di tanah Jawa.
Ziarah dilanjutkan ke makam Jaka Tingkir di Pengging, Boyolali. Sosok Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya merupakan tokoh penting dalam sejarah Islam di Jawa, yang dikenal dengan kepemimpinan yang bijaksana serta perannya dalam perkembangan Kesultanan Pajang.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, rombongan FEBI UIN Walisongo berziarah ke Astana Giribangun, Karanganyar, tempat dimakamkannya Presiden kedua Republik Indonesia, Suharto. Di lokasi ini, peserta mendoakan almarhum sekaligus mengambil pelajaran dari perjalanan sejarah kepemimpinan nasional Indonesia.
Dekan FEBI UIN Walisongo, Dr. Nur Fatoni, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari refleksi Dies Natalis, untuk mengingat kembali akar nilai spiritual, sejarah, dan perjuangan yang menjadi fondasi pengembangan institusi. “Melalui ziarah ini, kita tidak hanya mengenang tokoh-tokoh besar, tetapi juga mengambil hikmah dari perjuangan mereka sebagai inspirasi dalam membangun peradaban, khususnya dalam pengembangan ekonomi Islam,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat karakter civitas akademika FEBI UIN Walisongo, serta menumbuhkan kesadaran bahwa pengembangan ilmu pengetahuan, termasuk ekonomi Islam, harus senantiasa berpijak pada nilai-nilai spiritual, sejarah, dan kearifan lokal bangsa.


