Mahasiswa Manajemen FEBI UIN Walisongo Raih Best Presenter di Konferensi Internasional ICIEBF 2026

Mahasiswa Manajemen FEBI UIN Walisongo Raih Best Presenter di Konferensi Internasional ICIEBF 2026

Semarang, 31 Oktober 2026. Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Yoga Hediasa, meraih penghargaan Best Presenter untuk Room 9 pada 2nd International Conference on Islamic Economic, Business, Banking, and Finance (ICIEBF) 2026. Konferensi diselenggarakan oleh UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu pada 29 Oktober 2026 secara hybrid, dengan pusat kegiatan di Gedung Jamaan Nur UIN FAS Bengkulu.

ICIEBF 2026 mengusung tema Transforming the Global Islamic Economic through Digital Innovation, Sustainability, and Inclusive Growth. Konferensi menghadirkan pembicara dari Malaysia, Thailand, Turki, Uzbekistan, dan Indonesia, serta membahas delapan subtema, dari ekonomi Islam dan Maqāṣid al-Sharī’ah hingga tata kelola Islam, ESG, dan etika.

Menjembatani ESG dan Tata Kelola Islam

Yoga mempresentasikan makalah berjudul Convergence of ESG Frameworks and Islamic Governance: A Systematic Literature Review from a Maqāṣid al-Sharī’ah Perspective. Paper ini ditulis bersama Luksi Visita, M.Sc, Ph.D, dosen Program Studi Manajemen sekaligus selaku dosen pembimbing.

Penelitian berangkat dari kenyataan bahwa lembaga keuangan syariah kini menghadapi dua tuntutan sekaligus, yaitu kepatuhan pada prinsip syariah dan ekspektasi pengungkapan ESG dari investor, bursa, dan regulator. Dalam praktiknya, kerangka ESG sering diadopsi apa adanya tanpa berpijak pada Maqāṣid al-Sharī’ah. Padahal, nilai-nilai keuangan Islam seperti larangan riba, gharar, dan maysir, prinsip bagi risiko, serta amanah kekhalifahan memiliki banyak titik temu dengan semangat ESG.

Untuk mengisi kesenjangan tersebut, tim peneliti menelaah 83 studi yang terbit pada 2022 hingga September 2026 dari basis data Crossref dan Scopus, dengan protokol PRISMA 2020. Setiap studi dipetakan terhadap enam dimensi Maqāṣid, yakni perlindungan agama, jiwa, keturunan, akal, harta, dan lingkungan.

Temuan Utama

Kajian ini menunjukkan bahwa publikasi di bidang tersebut meningkat pesat, tetapi masih tersebar. Sebanyak 94 persen dari 65 jurnal dan penerbit hanya memuat satu studi, yang menandakan bidang ini masih tumbuh. Dari sisi substansi, tema tata kelola paling dominan (83 persen studi), diikuti tema sosial (70 persen), sedangkan tema lingkungan paling sedikit dibahas (49 persen).

Pilar tata kelola dan sosial dalam ESG selaras dengan perlindungan agama, harta, jiwa, dan keturunan. Pilar lingkungan masih banyak dibahas secara teologis dan konseptual, belum diukur melalui indikator di tingkat perusahaan. Isu kesejahteraan dan hak pekerja juga belum banyak dikaji dalam literatur ekonomi syariah. Penelitian ini turut mencatat bahwa ESG konvensional memiliki persoalan validitas dan integritas, sementara model tata kelola berbasis Maqāṣid sendiri masih terus berkembang.

Berdasarkan temuan itu, Yoga dan Luksi mengusulkan kerangka Maqāṣid-Referenced ESG Governance (MREG) yang terdiri atas empat lapis: fondasi normatif, arsitektur kelembagaan, intermediasi dan kinerja, serta prinsip lintas sektor berupa musyawarah, keadilan, amanah, ihsan, dan transparansi. Kerangka ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan taksonomi pengungkapan ESG yang berlandaskan Maqāṣid oleh regulator dan lembaga keuangan syariah.

Apresiasi

Dalam pengumuman penghargaan ICIEBF 2026, panitia menetapkan satu Best Presenter untuk setiap ruang presentasi, dari Room 1 hingga Room 10. Yoga Hediasa terpilih sebagai Best Presenter di Room 9.

Capaian ini diharapkan memotivasi sivitas akademika UIN Walisongo, khususnya mahasiswa, untuk aktif menulis, meneliti, dan mempresentasikan karya ilmiah di forum nasional maupun internasional, sejalan dengan semangat pengembangan keilmuan yang mengintegrasikan nilai keislaman, sains, dan kemanusiaan.