Semarang, 7 Oktober 2026 — Program Studi Perbankan Syariah bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Talk Show dan Seminar Nasional bertajuk “Preparing Professional Bankers: Cultivating Knowledge and Technical Skill for Future Banking Leader”. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 7 Oktober 2026, bertempat di Teater FITK, Gedung ISDB Lantai 4 UIN Walisongo Semarang.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Prodi dan HMJ Perbankan Syariah dalam memberikan wawasan dan pengalaman praktis kepada mahasiswa mengenai dunia perbankan serta kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan industri keuangan dan perbankan di masa depan.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang. Dalam sambutannya, Dekan menekankan pentingnya mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman akademik, tetapi juga membangun kompetensi profesional, keterampilan teknis, kemampuan komunikasi, serta kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja.
Sementara itu, Ketua Program Studi Perbankan Syariah turut memberikan sambutan sekaligus menegaskan pentingnya kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri. Menurutnya, interaksi langsung dengan para praktisi perbankan dapat memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai kebutuhan kompetensi dan tantangan yang akan dihadapi mahasiswa ketika memasuki dunia profesional.
Seminar menghadirkan dua narasumber dari praktisi industri keuangan dan perbankan. Narasumber pertama adalah Ibu Gangga Sitaliari, selaku Area Operations & Service Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Semarang Kota. Kehadiran praktisi dari BSI memberikan perspektif mengenai operasional dan pelayanan perbankan syariah serta kompetensi profesional yang perlu dipersiapkan mahasiswa untuk memasuki industri perbankan.
Narasumber kedua adalah Ahmad Badawi dari KSPPS Binama Semarang, yang memberikan perspektif mengenai praktik dan perkembangan lembaga keuangan syariah, khususnya dari sisi koperasi jasa keuangan syariah. Paparan tersebut memperkaya pemahaman mahasiswa bahwa peluang karier di sektor keuangan syariah tidak hanya terbatas pada industri perbankan, tetapi juga mencakup berbagai lembaga keuangan syariah lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memahami keterkaitan antara knowledge dan technical skill sebagai dua aspek penting dalam membangun profesionalisme calon banker. Pengetahuan akademik menjadi fondasi dalam memahami konsep dan prinsip perbankan, sedangkan keterampilan teknis diperlukan agar mahasiswa mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan mengenai dunia kerja, kompetensi yang dibutuhkan industri, peluang karier, tantangan profesi perbankan, hingga strategi mempersiapkan diri menjadi profesional di bidang keuangan dan perbankan syariah.
Melalui kegiatan “Preparing Professional Bankers”, Prodi dan HMJ Perbankan Syariah berharap mahasiswa semakin memiliki kesiapan untuk menghadapi dunia kerja sekaligus mampu mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan teknis, integritas, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan industri perbankan dan keuangan syariah.
Dengan bekal akademik dan pengalaman praktis yang diperoleh melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa Perbankan Syariah diharapkan mampu mengambil peran strategis sebagai generasi profesional dan calon pemimpin perbankan masa depan.
